Dinas Pendidikan Akan Berikan Penghargaan untuk Ahmad Budi Cahyono

By 05 Feb 2018, 07:48:56 WIB

Guru SMAN 1 Torjun Sampang, Jawa Timur, Ahmad Budi Cahyono telah tiada, Jumat (2/2) siang. Budi, sapaan akrabnya, mengembuskan nafas terakhir usai mengalami trauma hebat di kepala. Luka itu didapat karena pukulan muridnya sendiri, MH.

Meninggalnya guru honorer itu layak mendapat apresiasi. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur rencananya akan mengusulkan kepada Gubernur Jatim Soekarwo agar diberikan penghargaan. "InsyaAllah kami berikan penghargaan, nanti kami mintakan Pak Gubernur. Kami anggap dia (Budi, red), sebagai pahlawan pendidikan Jawa Timur," tegas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Bachri, Jumat (2/2).

Apabila usulan itu disetujui, penghargaan akan diberikan saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei mendatang di Gedung Grahadi. "Nanti keluarganya akan kami undang untuk menerima penghargaan atas pengabdian dan pengorbanannya," lanjutnya.

Selain mengusulkan penghargaan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga sudah memberikan santunan. Saiful tidak menyebut secara rinci berapa nominal santunan tersebut. Namun yang jelas, santunan itu untuk meringankan beban keluarga. Berapapun besarnya, santunan tersebut tidak akan bisa membeli pengorbanan Budi sebagai tenaga pendidik. 

Seperti diberitakan sebelumnya, penganiayaan itu dilakukan oleh MH, siswa kelas XI SMAN 1 Torjun Sampang terhadap gurunya Ahmad Budi Cahyono saat pelajaran seni rupa, Kamis (1/2).

Gara-gara ramai di kelas sewaktu pelajaran seni rupa, MH ditegur oleh Budi, sapaan akrab korban. Budi juga sempat mencoret pipi NH dengan kuas karena tidak bisa dinasihati. Tak terima, MH kemudian memukul Budi.

Namun sesampainya di rumah, Budi tak sadarkan. Guru honorer itu kemudian dibawa ke RSUD dr. Soetomo. Kamis (1/2) malam, Budi meni